6 Warga Terlibat Bentrok di Serang, Satu Polisi Terkena Anak Panah

Aksi warga bentrok yang melibatkan enam orang di wilayah Serang, Banten, berujung ricuh dan menyebabkan seorang anggota kepolisian terluka akibat terkena anak panah. Insiden ini terjadi pada hari Minggu, 11 Mei 2025, sekitar pukul 14.00 WIB di sebuah area persawahan di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Pemicu warga bentrok ini diduga kuat akibat sengketa lahan yang telah berlangsung lama antara dua kelompok masyarakat.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, warga bentrok terjadi secara tiba-tiba dan melibatkan aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan alat-alat lainnya. Petugas kepolisian dari Polsek Kasemen yang menerima laporan mengenai adanya keributan tersebut segera mendatangi lokasi untuk melerai warga bentrok. Namun, saat berusaha membubarkan massa, salah seorang anggota polisi, Briptu Roni Wijaya, terkena anak panah yang dilepaskan oleh salah satu pihak yang bertikai.

“Kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Situasi sudah cukup tegang saat kami tiba, dan tiba-tiba salah satu anggota kami terkena anak panah di bagian lengan,” ujar Kapolsek Kasemen, Kompol Agus Salim, saat memberikan keterangan di lokasi kejadian. Briptu Roni Wijaya segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Serang untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisinya dilaporkan stabil meskipun mengalami luka yang cukup serius.

Setelah insiden penembakan anak panah tersebut, aparat kepolisian dibantu oleh personel dari Polres Serang Kota berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan enam orang warga bentrok yang diduga sebagai provokator dan pelaku utama dalam kericuhan tersebut. Keenam warga yang diamankan tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Serang Kota untuk mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab utama terjadinya bentrokan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk senjata tajam, alat pukul, dan beberapa anak panah.

Kapolres Serang Kota, AKBP Indra Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam aksi warga bentrok yang menyebabkan jatuhnya korban luka, termasuk anggota kepolisian. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Siapapun yang terbukti bersalah akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas AKBP Indra Kurniawan. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk menyelesaikan segala permasalahan melalui jalur hukum dan tidak main hakim sendiri yang dapat berujung pada tindakan anarkis. Saat ini, situasi di lokasi kejadian sudah kondusif dan pihak kepolisian masih melakukan penjagaan untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.