Pelabuhan Merak selalu menjadi titik paling krusial dalam setiap siklus mudik lebaran di Indonesia. Sebagai penghubung utama antara Pulau Jawa dan Sumatra, kepadatan di titik ini sering kali menjadi tantangan besar bagi otoritas terkait. Menghadapi momentum Arus Mudik Merak 2026, Polres Banten telah menyiapkan serangkaian strategi komprehensif untuk memastikan pergerakan ribuan kendaraan dan jutaan orang dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti di area pelabuhan penyeberangan.
Inti dari strategi tahun ini adalah penerapan sistem penyaringan kendaraan atau delaying system yang lebih canggih. Polres Banten menyadari bahwa kunci dari kelancaran di dermaga adalah pengaturan volume kendaraan yang masuk secara bertahap. Melalui penggunaan kantong-kantong parkir di sepanjang jalur menuju pelabuhan, petugas dapat menahan kendaraan sementara waktu saat kapasitas dermaga sudah penuh. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penguncian arus lalu lintas di jalan arteri yang dapat melumpuhkan aktivitas ekonomi warga lokal di sekitar Merak.
Pengaturan di dalam area Pelabuhan Penyeberangan juga mendapatkan perombakan signifikan. Polisi bekerja sama dengan pihak ASDP untuk memastikan proses bongkar muat kapal berlangsung lebih cepat dari biasanya. Penambahan loket tiket mandiri dan digitalisasi penuh dalam proses pemeriksaan dokumen kendaraan sangat membantu mengurangi waktu henti kendaraan di gerbang masuk. Petugas kepolisian ditempatkan di setiap titik transisi untuk memberikan arahan yang jelas kepada pengendara, sehingga tidak ada kebingungan yang memicu kemacetan di dalam area parkir dermaga.
Selain masalah teknis lalu lintas, faktor keamanan dan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Patroli jalan kaki dilakukan secara intensif di area tunggu penumpang untuk mencegah potensi tindak kriminalitas seperti pencopetan atau penipuan tiket. Kehadiran personel Polri di tengah kerumunan memberikan rasa tenang bagi para pemudik yang mungkin merasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Posko kesehatan juga disiagakan 24 jam untuk menangani kondisi darurat medis yang sering muncul akibat kelelahan atau dehidrasi saat mengantre.
Koordinasi lintas wilayah juga diperkuat antara Polda Banten dengan Polda Metro Jaya dan Polda Lampung. Informasi mengenai kepadatan arus dari Jakarta menuju Merak dipantau secara real-time melalui pusat kendali terpadu. Jika volume kendaraan dari arah Jakarta meningkat drastis, Polres Banten segera mengaktifkan skema rekayasa jalan tambahan di jalur-jalur alternatif. Strategi ini terbukti efektif dalam membagi beban jalan sehingga tidak semua kendaraan menumpuk di jalur tol utama pada waktu yang bersamaan.
