Keamanan bagi pengguna jalan di wilayah Banten kini terancam oleh kemunculan kelompok Begal Sadis yang beroperasi di jalur-jalur rawan menuju jalan tol saat tengah malam. Para pelaku tidak lagi hanya mengincar sepeda motor di jalan perkampungan, tetapi mulai berani melakukan penghadangan terhadap kendaraan roda empat yang melintas di area minim penerangan. Modus yang digunakan sangat brutal, mulai dari melempar kaca mobil dengan batu besar, memasang paku ranjau yang dimodifikasi, hingga berpura-pura menjadi korban kecelakaan untuk memancing korban keluar dari kendaraannya sebelum akhirnya dirampok dengan senjata tajam.
Dalam melancarkan aksinya, kelompok Begal Sadis ini memiliki kriteria khusus dalam memilih calon korban. Mereka biasanya mengincar mobil yang terlihat melaju sendirian, memiliki muatan barang berlebih, atau dikendarai oleh orang tua dan perempuan yang dianggap lemah secara fisik. Lokasi eksekusi biasanya dipilih pada titik-titik di mana akses bantuan sangat jauh dan sinyal telekomunikasi sulit didapatkan. Kecepatan dan ketidakterdugaan menjadi senjata utama mereka, di mana aksi kekerasan sering kali dilakukan tanpa ragu jika korban mencoba melakukan perlawanan ringan, yang tidak jarang berakhir dengan hilangnya nyawa.
Fenomena Begal Sadis di Banten ini dipicu oleh faktor ekonomi dan tingginya angka pengangguran di sekitar wilayah industri. Para pelaku sering kali merupakan residivis yang sudah sangat memahami pola patroli polisi jalan raya. Mereka bergerak dalam kelompok kecil dengan koordinasi yang rapi, menggunakan motor dengan mesin yang sudah dimodifikasi agar dapat melarikan diri dengan cepat melalui “jalur tikus” di sisi jalan tol. Ketakutan yang ditimbulkan oleh aksi mereka membuat para sopir truk dan pengemudi pribadi merasa tidak aman saat harus melintas di wilayah Banten pada jam-jam rawan, yang tentu saja mengganggu kelancaran distribusi logistik nasional.
Pihak kepolisian Banten telah membentuk tim khusus anti-bandit untuk memburu kelompok Begal Sadis ini melalui operasi skala besar di titik-titik rawan. Penempatan lampu penerangan jalan tambahan dan kamera CCTV di area strategis mulai dilakukan guna mempersempit ruang gerak pelaku. Masyarakat diimbau untuk tidak berhenti di tempat sepi dan selalu memastikan pintu kendaraan terkunci rapat. Jika melihat benda mencurigakan di tengah jalan, pengemudi disarankan untuk terus melaju dan segera melaporkannya ke pos polisi terdekat melalui aplikasi darurat yang telah disediakan oleh pengelola jalan tol.
