Setiap tindak kriminal, sekecil apapun, meninggalkan jejak. Bagi Bareskrim Polri, jejak ini adalah kunci untuk Mengungkap Jejak Kejahatan dan membawa pelaku ke pengadilan. Di tahun 2025 ini, tim olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) Bareskrim dilengkapi dengan peralatan canggih yang memungkinkan mereka mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menganalisis bukti dengan presisi tinggi, bahkan dari petunjuk yang paling samar sekalipun.
Peralatan dasar dalam olah TKP meliputi berbagai kit yang dirancang khusus. Ini termasuk sarung tangan steril dan alat pelindung diri (APD) lainnya untuk mencegah kontaminasi bukti, pinset khusus untuk mengambil benda-benda kecil, sikat dan bubuk sidik jari untuk Mengungkap Jejak Kejahatan laten, serta kotak dan kantong bukti dengan berbagai ukuran dan bahan (plastik, kertas) untuk pengemasan yang tepat. Setiap item bukti diberi label dan didokumentasikan secara teliti, termasuk posisi, waktu penemuan, dan detail lainnya, yang semuanya direkam dengan kamera forensik beresolusi tinggi.
Selain itu, Bareskrim juga memanfaatkan teknologi pencahayaan alternatif dan sumber cahaya forensik yang mampu mendeteksi jejak yang tidak terlihat oleh mata telanjang, seperti serat, cairan tubuh, atau residu bahan kimia. Lampu ultraviolet (UV) dan inframerah (IR) dapat menyorot detail-detail mikroskopis yang krusial untuk investigasi. Detektor logam juga sering digunakan di TKP yang luas, seperti lokasi ledakan atau kejahatan bersenjata, untuk mencari proyektil, selongsong, atau bagian senjata yang mungkin tersembunyi.
Dalam kasus-kasus yang lebih kompleks atau di area yang sulit dijangkau, Bareskrim menggunakan teknologi drone. Drone yang dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi dan kemampuan pemetaan 3D dapat memberikan gambaran udara yang komprehensif tentang TKP, membantu penyidik memahami konteks lokasi, arah pelarian pelaku, atau area pencarian bukti yang lebih luas. Ini sangat membantu dalam Mengungkap Jejak Kejahatan di area terbuka atau pegunungan, misalnya.
Semua bukti yang terkumpul di TKP kemudian dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk analisis lebih lanjut menggunakan peralatan yang bahkan lebih canggih, seperti alat identifikasi DNA, sistem analisis balistik, dan perangkat lunak forensik digital. Kolaborasi erat antara tim olah TKP di lapangan dan analis di laboratorium adalah kunci keberhasilan dalam membangun kasus yang kuat. Pada sebuah pelatihan olah TKP gabungan yang dilaksanakan di sebuah fasilitas simulasi kejahatan pada 10 Juni 2025, instruktur dari Bareskrim Polri menekankan bahwa peralatan canggih tanpa metodologi yang tepat tidak akan efektif, namun kombinasi keduanya adalah formula ampuh untuk keadilan.
