Keberhasilan dalam mengelola mobilisasi jutaan kendaraan sangat bergantung pada keakuratan data di lapangan, sehingga melakukan Pantauan Langsung menjadi aktivitas vital yang dilakukan oleh personel kepolisian selama 24 jam penuh. Melalui pusat komando yang terintegrasi, setiap pergerakan kendaraan di jalur mudik dapat dimonitor melalui ribuan kamera pengawas yang terpasang di berbagai titik strategis. Hal ini memungkinkan petugas untuk memberikan respons cepat apabila terjadi kendala, seperti kecelakaan lalu lintas atau kendaraan yang mogok di tengah jalur utama, sehingga kemacetan panjang yang merugikan masyarakat dapat segera diurai.
Dalam pelaksanaan Pantauan Langsung ini, Polri juga memanfaatkan teknologi drone untuk menjangkau area-area yang sulit dipantau oleh kamera statis. Penggunaan teknologi ini memberikan sudut pandang udara yang luas, memudahkan petugas untuk melihat pangkal kemacetan secara presisi. Informasi yang didapat dari udara kemudian diteruskan kepada personel di lapangan melalui alat komunikasi terpadu. Koordinasi yang instan ini memastikan bahwa setiap diskresi, seperti pengalihan arus ke jalur alternatif, diambil berdasarkan fakta lapangan yang akurat, bukan sekadar perkiraan yang tidak pasti.
Selain aspek teknologi, Pantauan Langsung juga melibatkan interaksi fisik petugas dengan para pengendara di lapangan. Petugas di pos pelayanan secara aktif memberikan imbauan dan bantuan kepada pemudik yang memerlukan informasi rute atau tempat istirahat terdekat. Kehadiran polisi di tengah kerumunan kendaraan memberikan rasa aman bagi warga yang sedang dalam perjalanan jauh. Polri juga bekerja sama dengan media massa untuk menyiarkan laporan terkini secara berkala, sehingga masyarakat dapat memantau situasi jalan raya melalui ponsel atau radio mereka sebelum memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
Evaluasi harian dilakukan berdasarkan hasil Pantauan Langsung tersebut guna menyesuaikan strategi pengamanan pada hari berikutnya. Mengingat puncak arus mudik dan balik memiliki karakteristik yang berbeda, penempatan personel akan terus digeser sesuai dengan kebutuhan volume kendaraan. Transparansi informasi yang diberikan Polri selama masa Operasi Ketupat 2026 bertujuan untuk menciptakan ketertiban kolektif di jalan raya. Dengan pengawasan yang ketat dan respons yang sigap, perjalanan mudik diharapkan tetap menjadi momen yang membahagiakan, di mana keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas tertinggi di atas kecepatan sampai ke tujuan.
