Jajaran kepolisian berhasil menghentikan praktik kecurangan penjualan dokumen perjalanan penyeberangan yang sangat meresahkan para pengguna jasa transportasi laut. Petugas membongkar praktik kejahatan calo tiket yang mematok harga jauh di atas tarif resmi serta menjual dokumen perjalanan palsu kepada masyarakat. Pengungkapan kasus ini berawal dari banyaknya keluhan calon penumpang yang tertahan di dermaga akibat tiket yang mereka beli dari pihak ketiga ternyata tidak terdaftar di sistem.
Dalam skema kejahatan ini, komplotan calo tiket memborong kuota akses masuk pelabuhan secara tidak sah menggunakan identitas fiktif untuk kemudian menjualnya kembali dengan harga melambung tinggi. Mereka memanfaatkan momentum lonjakan penumpang pada musim liburan untuk memeras para pengguna jasa penyeberangan yang kehabisan tiket di saluran resmi. Tindakan tidak bertanggung jawab ini kerap menimbulkan antrean panjang kendaraan serta kericuhan di pemukiman sekitar area pelabuhan penyeberangan.
Pembongkaran penipuan jaringan calo tiket ini menghasilkan penangkapan belasan orang oknum yang berperan sebagai perantara lapangan, pembuat dokumen palsu, hingga koordinator aksi. Polisi menyita ratusan lembar tiket palsu, perangkat cetak komputer, serta uang tunai puluhan juta rupiah hasil praktik pemerasan terhadap calon penumpang feri. Para tersangka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di markas kepolisian untuk mengusut keterlibatan pihak luar dalam jaringan ini.
Pihak kepolisian meminta kepada seluruh calon penumpang kapal untuk selalu membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi resmi yang disediakan oleh operator pelabuhan. Pengelola terminal feri juga diimbau untuk memperketat proses verifikasi identitas penumpang di gerbang masuk guna mencegah penggunaan dokumen tidak sah. Sinergi antara petugas keamanan dan penyedia jasa penyeberangan sangat penting untuk menjaga kerapian, ketertiban, dan keadilan sistem pelayanan publik.
Ketegasan aparat dalam menindak praktik kecurangan di kawasan pelabuhan penyeberangan ini diharapkan dapat menciptakan iklim transportasi umum yang tertib dan transparan. Kepolisian menegaskan akan terus menempatkan personel untuk mengawasi area pelabuhan selama masa puncak arus mudik dan liburan. Dengan sistem penyeberangan yang bersih dari kecurangan, kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa feri dapat terjamin dengan sangat baik.
