Keamanan warga kini menjadi prioritas utama setelah adanya Tindakan Tegas Kepolisian yang dilakukan di beberapa titik rawan aksi kriminalitas jalanan. Polisi bergerak cepat menyisir kawasan yang sering dijadikan tempat berkumpulnya kelompok remaja yang meresahkan masyarakat pada malam hari. Patroli skala besar ini membuahkan hasil dengan diamankannya belasan pemuda yang kedapatan sedang melakukan konvoi secara anarkis. Operasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada pengguna jalan yang sering merasa terancam oleh kehadiran kelompok motor yang tidak segan-segan melakukan provokasi fisik.
Dalam penggerebekan tersebut, ditemukan fakta yang sangat miris karena pelakunya didominasi oleh Geng Motor Pelajar yang masih aktif menempuh pendidikan. Petugas berhasil menyita berbagai jenis senjata tajam rakitan mulai dari celurit panjang hingga samurai yang dibawa di dalam bagasi motor mereka. Mirisnya, senjata-senjata tersebut sengaja disiapkan untuk melakukan aksi tawuran antar kelompok yang telah direncanakan melalui pesan singkat di media sosial. Fenomena anak sekolah yang terlibat dalam aksi premanisme jalanan ini menjadi alarm keras bagi para orang tua dan guru untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan.
Efek dari adanya Tindakan Tegas Kepolisian ini langsung dirasakan dengan menurunnya angka laporan kejahatan jalanan dalam satu minggu terakhir di wilayah Jambi. Polisi menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun yang membawa senjata tajam di ruang publik tanpa alasan yang jelas dan sah secara hukum. Masyarakat diminta untuk segera melapor jika melihat kerumunan remaja yang mencurigakan terutama saat melewati jam malam di jalan-jalan protokol. Keberadaan patroli rutin di jam-rawan akan terus ditingkatkan guna mempersempit ruang gerak para pelaku kekerasan yang merusak ketertiban umum.
Para anggota dari Geng Motor Pelajar yang ditangkap kini harus menjalani proses pemeriksaan intensif di markas kepolisian setempat untuk pendataan lebih lanjut. Selain proses hukum pidana, pihak sekolah dan orang tua juga dipanggil untuk diberikan pengarahan serta pembinaan mental agar anak-anak tersebut tidak mengulangi perbuatannya. Polisi tidak segan-segan melakukan tindakan hukum yang lebih berat jika ditemukan adanya unsur penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Penegakan hukum ini dilakukan demi menjaga masa depan para remaja tersebut agar tidak terjerumus lebih dalam ke dunia hitam kriminalitas.
